Panduan Cara Membuat e Bupot PPh 23 secara Praktis

  • Whatsapp
Panduan-Cara-Membuat-e-Bupot-PPh-23-secara-Praktis
Foto dari Canva

Dalam dunia perpajakan, Anda akan bertemu dengan istilah bukti potong atau bupot PPh 23. Ini merupakan jenis pajak penghasilan yang akan dikenakan terhadap modal, penyerahan jasa, serta hadiah di luar pajak yang dipotong PPh pasal 21. Sementara itu e bupot PPh 23 merupakan aplikasi yang digunakan untuk mengurus bukti potong tersebut.

Pembuatan Bukti Potong

Agar bisa menunaikan kewajiban pajak secara optimal maka penting sekali untuk memahami prosedur pembuatan bukti potong ini. Sebenarnya hadirnya fitur e bupot sudah sangat mempermudah para wajib pajak untuk mengurus bukti potong. Hanya saja seringkali penggunaan aplikasinya tergolong rumit apalagi jika tidak terbiasa. Berikut adalah panduan singkat pembuatan e bupot:

1. Dapatkan NPWP

Tidak semua orang bisa membuat e bupot melainkan memang terdapat syarat yang wajib dipenuhi terlebih dahulu. Pertama, wajib pajak harus sudah punya NPWP terlebih dahulu. NPWP ini jelas menjadi syarat mutlak jika Anda ingin menyelesaikan masalah perpajakan.

NPWP akan menjadi bukti bahwa Anda memang wajib pajak yang terdaftar di database DJP. Oleh sebab itu, pastikan mengurus NPWP terlebih dahulu jika belum memilikinya. Pengurusan NPWP itu sendiri sangat mudah dan bisa diajukan secara online.

2. Dapatkan Sertifikat Elektronik

Syarat kedua yang harus dipenuhi jika ingin membuat e bupot PPh 23 adalah sertifikat elektronik. Sertifikat elektronik ini harus diajukan ke pihak KPP terdaftar. Namun saat ini sertifikat elektronik juga sudah bisa didapatkan secara mudah dengan melakukan aktivasi dan pengunduhan online tanpa harus ke KPP.

Sertifikat elektronik atau disebut juga dengan Sertel dulunya memang hanya digunakan bagi PKP atau Pengusaha Kena Pajak. Namun saat ini Sertel juga berlaku bagi masyarakat wajib pajak secara umum. Artinya jenis dokumen ini akan berlaku untuk semua wajib pajak.

3. Lakukan Pendaftaran Akun

Selanjutnya silakan lakukan pendaftaran akun. Terlebih dahulu Anda harus memilih aplikasi pelaporan pajak yang terpercaya dan memang beroperasi secara legal. Kemudian langsung saja buat akun di aplikasi tersebut agar bisa membuat e bupot. Prosedur pembuatan akun tentunya akan berbeda-beda tergantung jenis aplikasi yang digunakan.

Pada dasarnya saat membuat akun Anda akan diminta memasukkan data lengkap. Nantinya NPWP akan dibutuhkan untuk pembuatan akun ini. Setelah melakukan pendaftaran akun, jangan lupa untuk melakukan verifikasi yang biasanya dilakukan via email. Jika proses pendaftaran dan verifikasi sudah selesai maka Anda bisa langsung menggunakan berbagai fitur yang ada termasuk pembuatan e bupot.

4. Lakukan Registrasi e Bupot

Langkah berikutnya yang dapat dilakukan adalah mendaftar layanan e bupot. Layanan ini biasanya sudah tersedia di aplikasi pajak yang tadi Anda gunakan. Untuk melakukan registrasi e bupot ini akan dibutuhkan beberapa syarat dan salah satunya adalah nomor EFIN. Jika belum mendapatkan EFIN maka bisa dilakukan registrasi terlebih dahulu.

Apabila EFIN sudah didapatkan maka Anda bisa langsung melakukan registrasi dengan mengisi formulir yang sudah tersedia. Selanjutnya bisa dilakukan pengisian informasi lengkap mengenai penandatanganan SPT. Setelah itu Anda juga akan diminta untuk input data sertifikat elektronik yang sudah diterbitkan DJP tadi. Jika semua sudah lengkap, langsung saja lakukan pendaftaran e bupot.

5. Lengkapi Formulir e Bupot

Apabila tahap sebelumnya sudah selesai maka bisa langsung dilakukan pengisian formulir e bupot. Nantinya akan ada banyak data yang harus diisikan dalam pembuatan e bupot tersebut. Pastikan bahwa pengisian data dilakukan secara cermat dan ikuti saja alur pengisian formulir sesuai dengan data-data yang dibutuhkan agar tidak ada yang terlewat.

Jika semua data sudah lengkap maka bisa langsung dilakukan pembuatan bukti potong. Nantinya Anda akan diarahkan untuk menunggu pemrosesan nomor bukti potong. Nomor ini hanya akan dikeluarkan apabila semua data sudah divalidasi oleh pihak DJP.

Itulah tadi penjelasan singkat mengenai cara pembuatan e bupot PPh 23. Sebenarnya proses pembuatan bukti potong ini akan sangat bergantung pada jenis aplikasi yang digunakan. Meskipun begitu secara garis besar prosesnya sama dan pastikan untuk mengisikan data secara akurat. Jika terjadi kesalahan maka bisa dilakukan pembetulan maupun pembatalan bukti potong tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *