Home Bisnis Inilah Beberapa Ciri Orang Yang Sudah Kecanduan Kartu Kredit

Inilah Beberapa Ciri Orang Yang Sudah Kecanduan Kartu Kredit

by restu agung

Di zaman kini ini menerapkan kartu kredit sebagai alat pembayaran atau transaksi telah kian sering kali dijalankan. Maklum saja, keunggulan yang ditawarkan oleh produk perbankan ini, ialah kepraktisan dan kemudahan dapat dibilang benar-benar menggiurkan, belum lagi promo yang ditawarkan. Tapi, dengan berjenis-jenis manfaat itu, rupanya dapat membikin kita lupa diri sehingga menjadi kecanduan Kartu Kredit.

Ya, kecanduan Kartu Kredit. Kalau sama dengan kecanduan yang lain? Dapat dibilang mirip, sebab butuh waktu untuk lepas dari kultur menggesek kartu plastik ini. Masalahnya banyak orang tak sadar akan bahayanya. Nyatanya, bukannya makin berkurang, jumlah pengguna kartu kredit justru bahkan kian banyak. Malahan, satu orang sekali-sekali dapat mempunyai 3 atau 5 kartu kredit, malahan lebih.

Gunakan Kartu Kredit Sama Dengan Utang!

Ini yang sering kali tak dipikirkan orang-orang yang rajin menggesek kartu kredit untuk transaksi. Di mana, jikalau kartu itu telah diaplikasikan, karenanya bukan Anda yang membayar, namun bank. Sehingga jatuhnya, kita telah berutang terhadap bank yang telah membayar barang yang dibeli.

Memang, tak segala orang akan benar-benar gampang menggesek kartu kredit ke mesin pembayaran semacam itu saja. Ada beberapa orang yang tak melaksanakan itu. Tapi, jikalau kita telah terperosok dalam lembah ketergantungan atau kecanduan itu itu, tentu akibat kartu kredit akan benar-benar buruk.

Ciri Orang yang Kecanduang Kartu Kredit

Ada sebagian ciri yang memperlihatkan jikalau Anda telah kecanduan Kartu Kredit. Kalau saja? Ini ia.

1. Belanja = Gesek Kartu Kredit

Ciri utama yang paling terang dibuktikan dari orang yang kecanduan kartu kredit ialah tak pernah dapat stop menggesek kartu kredit. Apa barang yang dibeli, berapapun harganya, asal daerah hal yang demikian menyediakan alat gesek kartu atau mesin EDC, pasti ia tak akan membayar tunai.

Bayangkan jikalau Anda terus menggesek kartu saat berbelanja namun tak pernah menghitung apa saja barang yang dibeli menerapkan itu. Berapa banyak pengeluaran yang tak terhitung dan berubah menjadi utang. Tentu itu akan benar-benar memberatkan. Sekiranya frekuensi pemakaian kartu kredit Anda telah mulai meningkat, saatnya Anda mulai stop memakainya.

2. Merasa Senantiasa Punya Uang, Meskipun Kalau Hutang

Dengan mempunyai kartu kredit, kita sekali-sekali lupa akan satu hal. Senantiasa itu bukanlah uang tambahan milik kita, namun milik bank yang saat diaplikasikan berubah menjadi utang. Salah satu teladan dari ciri kedua ini ialah tak pernah dapat membendung nafsu untuk membeli suatu barang yang sesungguhnya dianggap belum perlu sebab merasa masih mempunyai uang lebih.

3. Senantiasa Habiskan Limit Kartu Kredit Untuk Belanja

Tidak Kartu Kredit mempunyai limit yang berbeda-beda. Di sini, bagi orang yang telah kecanduan pasti senantiasa memakainya sampai batas limit. Masaahnya, bagi orang yang telah terkena sindrom ini, berapapun limitnya, pasti akan ia habiskan untuk memenuhi kemauannya yang tak terkontrol.

4. Bisa Dapat Kalau Mengajukan Aplikasi Kartu Kredit

Senantiasa tadi persoalan limit, kali ini ialah jumlah kartu. Di mana, orang yang telah kecanduan Kartu Kredit lazimnya tak pernah merasa cukup akan jumlah kartu yang dimilikinya. Sehingga itu akan membuatnya terus melaksanakan apply di bank-bank lain dengan keinginan mempunyai lebih banyak persediaan “dana” untuk diaplikasikan.

Meskipun, terlalu banyak kartu justru dapat memberikan persoalan baru. Tapi kesusahan untuk mengatur dan mengawasi pengeluaran Anda. Mungkin persoalan ini dapat teratasi jika kita mencatat segala transaksi. Tapi bayangkan jikalau tak? Berapa banyak transaksi yang kita tak kenal.

5. Punya Utang yang Bisa Pernah Tapi

Ini ia ujung dari segala perkara. Di mana, saat seseorang yang kecanduan kartu kredit terus menerapkan alat itu tanpa dapat berenti, tentu utangnya akan terus menumpuk. Bayangkan jikalau itu terjadi terus-menerus, berapa banyak utang yang ia kumpulkan. Kalau ia dapat membayarnya? Mungkin dapat.

Tapi bagaimana jikalau tak? Bersiap-siaplah terus dikejar-kejar oleh bank atau debt collector untuk melunasi utang hal yang demikian. Senantiasa kultur itu tak dapat dibatasi, tentu selama hidupnya akan terus terjerat utang.

Kontrol Diri, Bedakan Mana Karena dan Karena

Salah satu sistem supaya kita tak mengalami kecanduan Kartu Kredit ialah dengan belajar mengatur nafsu belanja. Terdengar gampang, tetapi tak pada kenyataannya. Sebab itu, cobalah untuk belajar membedakan mana kemauan dan keperluan. Sebab dengan mengenal perbedaan keduanya, Anda menjadi tahu mana saja barang yang seharusnya didahulukan dan yang tak. Sebab itu, jangan hingga kecanduan Kartu Kredit ya!

You may also like

Leave a Comment

Situs web ini menggunakan cookie untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami :  Accept Read More

Privacy & Cookies Policy