Didiagnosis Skoliosis Sejak Remaja, Begini Cara Jessica Mila Menghadapinya

  • Whatsapp
Didiagnosis-Skoliosis-Sejak-Remaja,-Begini-Cara-Jessica-Mila-Menghadapinya
Foto dari Canva Pro

Kesadaran penderita skoliosis untuk menjalani scoliosis rehab di Jakarta tak terlepas dari cerita orang-orang yang mengalami kelainan tersebut. Salah satunya dari aktris cantik Jessica Mila yang ternyata pernah berjuang melawan skoliosis saat masih remaja. Berikut penuturannya seputar kondisi skoliosis yang dideritanya seperti dilansir dari laman Suara dan HealthDetik.

Gara-gara melihat tulang rusuk menonjol

Jessica Mila, seperti kebanyakan penderita skoliosis, awalnya tak menyadari perubahan bentuk tulang yang mereka alami merupakan tanda-tanda skoliosis. Ketika masih SMP, perempuan kelahiran 1992 ini sempat mengikuti kegiatan cheerleader. Pakaian ketat yang dia kenakan selama latihan rupanya membuat teman-temannya menyadari bentuk tulang Jessica yang miring.

Namun, baru di bangku SMA Jessica mengambil tindakan medis melihat tulang rusuk kirinya yang menonjol dan tampak tak normal. Terutama setelah dia merasakan pegal-pegal dan mudah lelah. Saat ini tingkat kemiringan tulang belakangnya sudah mencapai 40 derajat.

Jessica mengaku tak panik saat mengetahui dia menderita skoliosis. Akan tetapi, untuk mencegah risiko dan komplikasi, perempuan yang telah membintangi sejumlah sinetron dan film ini pun akhirnya meminta nasihat orang-orang terdekat terkait perawatan yang tepat. Akhirnya, latihan fisik seperti pilates dan yoga diambil untuk menjaga bentuk tulang belakang agar tingkat kemiringannya tak bertambah parah.

Melakukan peregangan untuk menangani skoliosis

Dilansir dari HealthDetik, Dokter ortopedi dari Eka Hospital dr. Phedy Sp.OT, K.Spine mengatakan bahwa skoliosis bisa menimpa siapa saja, tetapi 80% di antaranya ditemukan pada perempuan usia remaja. Hal tersebut sesuai dengan apa yang terjadi pada Jessica Mila.

Berbagai tindakan dapat diterapkan untuk menekan risiko skoliosis, termasuk peregangan seperti yang dipraktikkan Jessica. Lantas, seperti apa saja jenis latihan yang sebaiknya dipilih, terutama untuk remaja? Berikut daftarnya, menurut Children’s Orthopaedic Institute.

  • Pelvic tilts. Pada pelvic tilts, Anda dapat memulainya dengan berbaring dalam posisi terlentang untuk mengencangkan otot perut. Taruh bantalan kecil di bawah kepala. Tekuk lutut, lalu buka kaki selebar pinggul sebelum Anda angkat punggung sampai sejajar perut. Tahan selama lima detik, lalu ulang sebanyak sepuluh kali;
  • Cat-camel. Latihan ini akan menjaga fleksibilitas tulang belakang dan meredakan nyeri akibat skoliosis. Anda perlu memosisikan tubuh seperti merangkak dengan punggung rata dan leher nyaman. Tarik napas dalam, lalu lengkungkan punggung. Lakukan cat-camel sebanyak sepuluh kali;
  • Bird-dog. Hampir sama dengan gerakan yoga, bird-dog mengharuskan Anda memosisikan tubuh merangkak serta punggung rata. Setelah itu, rentangkan salah satu lengan sampai sejajar punggung, lalu rentangkan kaki lainnya hingga lurus ke belakang. Tahan selama lima detik dan ulangi dengan lengan dan kaki berbeda sebanyak 10 kali.

Untuk mencegah risiko atau efek samping lain, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau terapis tulang belakang terpercaya. Dengan begitu, latihan bisa aman dipraktikkan di rumah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *